Proses Rekrutmen Karyawan

5 Tahap Canggih Proses Rekrutmen Karyawan

weefer – Karyawan dengan usia muda memang mempunyai ide-ide segar nan cemerlang. Namun, tak dapat disangkal terkadang karyawan berusia muda juga membuat para anggota HR sedikit pusing karena kebanyakan dari mereka tak dapat bertahan lama pada satu perusahaan. Alih-alih seperti generasi-generasi senior, generasi Millennial kebanyakan hanya bertahan maksimal 2 tahun pada suatu perusahaan. Tentu saja hal ini membuat HR mendapat tambahan pekerjaan untuk melakukan proses rekrutmen karyawan baru.

Misalnya seperti membuka lowongan, melakukan beberapa tahap perekrutan, memberikan training, dan review pekerjaan selama kurang lebih 3 bulan (tergantung kebijakan perusahaan).

Recruitment Flow

Proses Rekrutmen Karyawan

Selain karena prosesnya yang panjang, seorang HR akan dibuat rumit dengan menumpuknya surat lamaran dan surel dari para pelamar. Belum lagi pelamar yang mengirimkan lebih dari satu surel karena rasa pesimis emailnya akan dibaca atau tidak. Jadi, tidak heran kalau saat proses perekrutan karyawan, seorang HR merasa sangat kewalahan.

Namun, di era digitalisasi sekarang ini, siapa yang ingin direpotkan dengan hal-hal seperti itu. Bukankah lebih baik menggunakan teknologi, memanfaatkan otomatisasi yang dapat mengurangi depresi?

Aplikasi HRIS atau HRM yang sedang banyak dicari-cari saat ini dikalangan HR menawarkan kemudahan tersebut. Proses rekrutmen yang ribet, melelahkan, dan banyak memakan waktu tidak akan terjadi lagi. Meja kerja HR tidak akan ditumpuk lagi dengan surat-surat lamaran, email pun tidak akan meledak karena menerima email dari pelamar.

Misalnya saja Haermes Recruitment Portal, menawarkan kemudahan demi kemudahan pada HR yang biasanya kesulitan pada saat perekrutan karyawan baru. Aplikasi ini menawarkan beberapa kemudahan yang pasti sedang Anda cari.

#1 Pengajuan Kebutuhan Posisi Karyawan

Sebelum seorang HR menerbitkan lowongan pekerjaan, tentu saja seorang kepala departemen atau kepala divisi harus mengajukan permintaan karyawan untuk posisi tertentu yang dibutuhkan. Hal ini dapat diajukan kepada HR melalui Haermes ESS (Employee Self-Service).

Aplikasi ini tentu saja merupakan aplikasi yang dapat diakses seluruh karyawan untuk mengajukan kebutuhan sesuai dengan otorisasi yang diberikan.

#2 Publikasikan Lowongan

Lowongan pekerjaan dapat diterbitkan pada halaman rekrutmen yang dapat diakses langsung oleh pelamar, baik pelamar baru maupun calon karyawan yang sudah pernah melamar sebelumnya. Pelamar yang sudah pernah melamar bisa kembali melamar tanpa harus melakukan registrasi ulang.

Dengan begitu, proses rekrutmen karyawan akan menjadi lebih efektif.

#3 Registrasi Calon Karyawan

HR tak perlu repot mengiklankan lowongan pekerjaan pada banyak media ataupun portal lainnya. Cukup mengarahkan pelamar untuk melakukan registrasi pada Halaman Rekrutmen. Dan, Voila!  Pekerjaan HR menjadi tambah praktis lagi.

#4 Menyusun Tahap-tahap Perekrutan

Tahap perekrutan merupakan bagian penting pada proses rekrutmen karyawan yang wajib terdokumentasi dan perlu diketahui oleh pelamar. Pelamar sangat perlu mempersiapkan diri untuk menjalani tahap-tahap perekrutan. Tahap-tahap yang telah dibuat pada Haermes akan muncul pada Halaman Rekrutmen dan dapat diakses langsung oleh pelamar.

#5 Seleksi Calon Karyawan

Kata siapa Anda masih butuh kertas jika ada teknologi? Yup! Seleksi dalam bentuk Questionnaire yang biasanya menggunakan banyak kertas bisa dialihkan dengan menggunakan Halaman Rekrutmen. Tentukan sendiri template Questionnaire yang Anda butuhkan melalui Haermes, dan tentu saja dapat langsung diakses oleh pelamar. Itu lah mengapa Anda tak lagi membutuhkan kertas.

Proses rekrutmen karyawan bukanlah hal yang sulit lagi jika sudah menggunakan sentuhan teknologi. Otomatisasi yang ditawarkan tentunya akan membuat pekerjaan menjadi lebih efektif sehingga meningkatkan produktifitas karyawan.

Tarry Andini

Categories:

Haermes

Share on:

Related Posts