Masa Depan Integrasi HRIS dan Collaboration Tool

Semakin Pentingnya Software HRIS untuk Perusahaan Kecil, Menengah, dan Besar

Seiring berjalannya waktu, sebuah perangkat lunak atau software HRIS (Human Resource Information System) semakin dibutuhkan banyak badan usaha. Menurut survei statista yang dilakukan pada Juni 2019, 73% usaha kecil menggunakan HRMS (Human Resource Management System) melalui paket layanan Software-as-a-Service. 

integrasi hris
Figure 1: Survei Penggunaan HRMS Berdasarkan Ukuran Perusahaan Sumber: Statista

HRMS menurut HRMS Solution adalah gabungan dari HRIS dan HCM. Lihat tabel di bawah ini untuk lebih jelasnya.

integrasi hris
Figure 2: Klasifikasi HRIS, HCM, dan HRMS Sumber: HRMS Solution

Namun, beberapa vendor terkadang juga menggabungkan beberapa fitur tersebut dan tetap melakukan branding sebagai HRIS agar lebih terjangkau dan menarik banyak badan usaha. Misalnya begini, vendor A adalah penyedia SaaS HRIS, tetapi dia juga mengambil beberapa fitur dari kelompok lainnya seperti Payroll dan Onboarding. ‘Aksi’ semacam ini merupakan salah satu tipe inovasi atau persaingan yang sehat dan tentu akan menguntungkan pengguna. 

Oke kembali ke topik pembahasan. Mengapa HRIS menjadi semakin penting dan mengalami kenaikan pengguna? Kemungkinan besar jawabannya adalah proses transformasi digital yang sedang dan terus terjadi, apalagi sudah mulai banyak (tidak semua) badan usaha yang memberlakukan WFH maupun Hybrid Working akibat pandemi. 

Dengan berlakunya WFH dan Hybrid Working maka keterlibatan karyawan Anda tetap perlu diperhatikan. Menurut hrbartender.com, keberhasilan digital information bisa meningkatkan tingkat employee engagement.

Untuk itu, sebuah software HRIS (dengan berbagai fungsinya seperti tabel di atas) perlu dimanfaatkan. Namun, apakah hanya software HRIS saja yang perlu diperhatikan? Tentu tidak, software Collaboration Team adalah hal berikutnya yang perlu Anda perhatikan.

“Next Generation” HRIS adalah yang Anda Butuhkan

integrasi hris

Perlu diingat, HRIS ini lebih cocok digunakan oleh badan usaha yang sudah berkembang dari klasifikasi usaha mikro ke usaha kecil. Hal itu berarti usaha berklasifikasi kecil, menengah dan besar sangat dianjurkan menggunakan software HRIS. Sebagai informasi, usaha mikro, menurut UU Nomor 20 Tahun 2008, adalah usaha yang memiliki aset maksimal 50 juta IDR dan omset maksimal 300 juta IDR. 

HRIS merupakan solusi yang paling terjangkau diantara solusi lainnya. Jadi, bagi Anda, seorang business owner, yang ingin berkembang lebih jauh, ada baiknya Anda mulai memperhitungkan pembuatan tim Human Resource plus software HRIS. Di mulai dari HRIS dulu boleh, nanti kedepannya Anda dapat menambah fitur dari software HCM (Human Capital Management)  juga.

Sebagai tambahan, berkembangnya suatu usaha tidak hanya tentang bertambahnya aset dan omset. Ada beberapa hal lain yang secara abstract bisa Anda dapatkan, seperti: tantangan, networking, pengetahuan, pengalaman dan lainnya. Jadi, jika memang ada kesempatan untuk berkembang, segera raih kesempatan itu.

Memilih vendor HRIS tentu sangat membingungkan bagi kebanyakan business owner yang mau melakukan transformasi digital. Namun, ada satu tips penting yang kemungkinan harus Anda dengar. Menurut artikel dari Compare HRIS, ada dua hal yang bisa kalian jadikan filter pertama dalam memilih “next generation” HRIS, dua hal tersebut adalah user-friendly dan integrasi HRIS.

HRIS yang memiliki user-friendly yang berkualitas, tentu Anda pernah mendengar dan mencobanya, namun integrasi HRIS dengan app lain seperti Collaboration Tool adalah sesuatu yang tidak banyak orang ketahui. 

Integrasi satu app (termasuk integrasi HRIS) dengan app lainnya adalah tujuan dari berbagai perusahaan digital di luar sana. Sebagai contoh Google dengan digital workspace-nya, E-commerce App dengan berbagai fungsinya, bahkan App ride hailing pun juga banyak fungsi lain di dalamnya yang saling berintegrasi. Semua berlomba-lomba menciptakan ekosistemnya sendiri-sendiri dengan cara mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu tempat. Tentu, hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman pelanggan yang terbaik, cepat, efektif, dan efisien.  Dan hal ini lah yang sebaiknya harus Anda perhatikan dalam memilih HRIS dan Collaboration Tools, user-friendly dan integration.

Integrasi HRIS dan Collaboration Tool, Mungkinkah?

integrasi hris

Sampai poin ini, mungkin Anda sudah mulai tertarik untuk mulai menggunakan HRIS dan Collaboration Tool. 

Ketika memulai sesuatu yang baru, kemungkinan besar Anda akan mencari dulu provider software yang terjangkau atau bahkan free untuk melakukan semacam pilot test dulu. Hal ini sangat wajar dilakukan, jadi Anda tidak perlu merasa ‘bersalah’. Mencari sebuah sebuah penyedia Collaboration Tool yang berkualitas dan gratis tentu bukan hal mudah, namun kalau Anda merujuk ke Capterra dan Software Advice, maka Anda bisa menemukan beberapa opsinya. 

Pastikan Collaboration Tool yang Anda pilih memiliki kemampuan integrasi yang mumpuni. Setidaknya, tool tersebut bisa terintegrasi dengan Google Workspace terlebih dahulu. Kemudian, baru Anda cek integrasi lainnya (termasuk integrasi HRIS).

Akan semakin sempurna jika Collaboration Tool gratis tersebut akhirnya bisa terintegrasi dengan HRIS berkualitas dan terjangkau juga. 

Coba perhatikan perumpamaan ini. Collaboration Tool tentu memiliki berbagai fungsi seperti chat, online meeting, cloud, dan lainnya. Jika Collaboration Tool dan HRIS bisa ‘bersatu’, maka pengguna bisa akses HRIS melalui chatbot toolnya, atau bahkan bisa akses fitur Self-Service HRIS langsung di dalam Collaboration Tool tersebut tanpa harus buka browser atau app lain dan login.

Hal ini benar-benar memanjakan karyawan Anda. Oh…. dan ada satu lagi keuntungan dari software yang saling berintegrasi. 

Kementerian ESDM mengeluarkan pernyataan bahwa penyumbang utama pembangkit listrik di Indonesia sampai 2020 dan pastinya sampai detik ini adalah Batu Bara. Sedangkan  Energi Baru Terbarukan masih menduduki peringkat ke-5.

Sumber Gambar Diagram Produksi Listrik Indonesia 

Kita semua tahu kalau suatu saat batu bara Indonesia bisa habis. Oleh sebab itu, kita semua harus menghemat listrik mulai sekarang. 

Semakin banyak app atau software yang kita operasikan di laptop, maka semakin besar kerja CPU, RAM, SSD, Battery dan lainnya. Hal itu akan mengakibatkan laptop terus mengambil listrik dengan watt yang tinggi. Ada beberapa laptop yang bisa mengatasi hal itu, namun sebagai gantinya, performa laptop harus diturunkan.

Saling mengintegrasikan software adalah salah satu solusi akan hal ini. Jadi, selain akan membahagiakan karyawan karena integrasi software, integrasi software secara tidak langsung bisa menghemat penggunaan listrik.