Talent Acquisition Adalah Strategi Penting dalam Mendapatkan Karyawan Berkualitas

Talent Acquisition Adalah Strategi Penting dalam Mendapatkan Karyawan Berkualitas

A. Alfan Alif

Share on:

Talent Acquisition Adalah Apa yang Dibutuhkan Perusahaan Manapun

Proses rekrutmen karyawan atau talent acquisition adalah salah satu faktor utama dari keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi. Building block dari perusahaan selain urusan produk dan pemasarannya….. yah karyawan yang ada di dalamnya ini. Karena itu, bagaimana Anda menarik, mempertahankan, dan mengembangkan talenta adalah kunci suksesnya di sini. Dalam konteks talent acquisition, istilah “talent” ini bisa diartikan sebagai talenta yang mana merujuk ke karyawan atau calon karyawan Anda. 

Di sisi lain, kalau hanya menggunakan istilah “talent” saja tanpa kata acquisition, maka artinya menjadi bakat. Berdasarkan buku “Talent Without Border: Global Talent Acquisition for Competitive Advantage”, istilah talent saja ini memiliki definisi “keseluruhan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, sifat kepribadian, nilai-nilai, dan minat seseorang yang memungkinkan mereka untuk melakukan pekerjaan secara efektif serta dapat memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan perusahaan.”

Talent Acquisition Adalah Apa yang Dibutuhkan Perusahaan Manapun

Nah, secara keseluruhan, strategi akuisisi talenta atau talent acquisition adalah rencana komprehensif yang dikembangkan perusahaan untuk mengoptimalkan cara memperoleh talenta yang dibutuhkannya. Mulai dari memeriksa talenta apa yang dibutuhkan, memberikan beberapa tawaran menarik untuk mendapatkan talenta, menyeleksi mereka semua bahkan sampai seluruh proses rekrutmen sampai onboarding, adalah proses talent acquisition.

Menurut IBM Consulting, strategi Talent Acquisition yang berkualitas dapat menumbuhkan budaya perusahaan yang tidak hanya bisa menarik calon kandidat tepat, namun juga secara tidak langsung dapat menghadirkan kesuksesan dan keberlanjutan jangka panjang. Nah, lantas, apa kira-kira strategi yang bisa dilakukan di “inisiasi” talent acquisition ini?

Langkah Awal Menyusun Strategi Talent Acquisition Adalah Dengan Branding 

1)  Bangun Branding Perusahaan yang Kuat dan Baik

Salah satu pembeda perusahaan Anda dengan perusahaan lainnya adalah branding-nya. Semakin menarik branding perusahaan Anda, semakin banyak pula talenta professional yang tertarik untuk bergabung dengan Anda. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk melakukan ini, menurut IBM Consulting, adalah:

Tentukan Employer Value Proposition

Nyatakan dan sampaikan dengan jelas apa yang membedakan perusahaan Anda dengan yang lain. Lingkungan kerjanya, visi misinya, upaya untuk meningkatkan engagement karyawan, pengembangan profesional, jenjang karier, dan bahkan budaya kerjanya. 

Misalnya, Anda bisa bilang kalau perusahaan Anda menganut betul apa yang dinamakan sebagai budaya pembelajaran. Semua karyawan didorong untuk mengembangkan keterampilan mereka adalah DNA dari budaya ini. Tambahkan berbagai konten gambar atau video singkat untuk menunjukkan semua ini jika memungkinkan

Buat Halaman Web Karier yang Berkualitas 

Kembangkan dan deploy halaman web karier yang terorganisir, informatif, sekaligus tetap menarik secara tampilan. Anda juga bisa tulis terkait bagaimana proses lamarannya, job desc-nya, benefits, dan lainnya. 

Bagikan Kisah/Testimoni Karyawan 

Dorong karyawan untuk menjelaskan pengalaman mereka ketika bekerja di perusahaan Anda. Mereka bisa bahas sejumlah hal, seperti jenjang karier, kesempatan untuk upskilling, work-life balance, tunjangan tambahan, dan recognition

Gunakan Media Sosial 

Promosikan branding perusahaan di media sosial dengan berbagi berita event, profil perusahaan, pencapaian perusahaan, dan insights bisnis/industri. Dorong juga karyawan untuk membagikan aktivitas, komunitas, atau kisah suksesnya saat bekerja di perusahaan Anda lewat media sosial.

Berikan Candidate Experience yang Berkualitas

Proses ini masih ada hubungannya dengan bagaimana Anda melakukan proses rekrutmen. Jika proses rekrutmen talenta berjalan dengan cepat dan meaningful sekaligus benar-benar transparan dan tepat waktu, maka pengalaman yang didapat calon kandidat tersebut akan positif. Bisa jadi, meskipun dia tidak lolos tahap selanjutnya, dia akan share pengalaman positif ini di media sosial.

Respons Semua Ulasan Online

Tanggapi semua ulasan atau perbincangan di media sosial. Baik atau buruknya semuanya harus Anda coba respons agar dapat menunjukkan itikad dan komitmen baik perusahaan dalam mengatasi masalah.

2)  Periksa Kebutuhan Talenta Saat Ini dan di Masa Depan

Periksa Kebutuhan Talenta Saat Ini dan di Masa Depan

Identifikasi kebutuhan 

Lakukan analisis untuk menentukan area utama mana saja yang membutuhkan talenta berkualitas baru. Tolong bedakan atau sesuaikan dengan prioritas antara perekrutan yang disegerakan dengan perekrutan untuk masa depan. Perhatikan juga terkait masalah one month notice. Kalau memang yang dibutuhkan adalah posisi manager, team lead, C-level dan setingkatnya, maka jangan gunakan aturan one month notice. Mengapa? Karena Anda perlu waktu yang cukup lama atau bahkan beberapa bulan untuk melakukan proses “serah terima” tugas. 

Mengevaluasi Talenta Internal 

Dorong retensi karyawan dengan mengidentifikasi talenta internal yang cocok untuk suatu posisi terbuka, biasanya posisi manajerial atau mungkin semacam posisi struktural lainnya. Tidak hanya dapat meningkatkan retensi, upaya ini juga cenderung akan menghemat biaya sekaligus waktu untuk serah terima tugas.

3)  Cari Kandidat Melalui Beberapa Channel 

Halaman Web Karier 

Halaman Web Karier perusahaan Anda tetap menjadi rujukan utama calon kandidat dalam mencari informasi. Mereka akan menentukan perusahaan ini kredibel atau tidak dengan cara cek halaman web ini. Pastikan untuk memberikan informasi lengkap alur rekrutmen di sini.

Job Board

Anda juga bisa posting lowongan kerja ke beberapa situs web karier populer seperti TalentClub, Indeed, LinkedIn, dan Glassdoor. Anda juga bisa mengarahkan halaman web karier perusahaan langsung ke layanan job board online ini.

Acara Networking 

Hadiri acara networking atau bursa kerja khusus industri untuk menjalin hubungan dengan talenta potensial. Anda juga bisa terlibat dalam organisasi, asosiasi, atau kelompok profesional relevan lainnya guna “menjangkau” talenta berkualitas. Asosiasi HR, Organisasi Project Management, Kelompok Digital Creative dan semacamnya adalah beberapa opsi yang bisa Anda ambil.

Penjangkauan Secara Langsung

Menjangkau talenta atau kandidat potensial langsung melalui email, DM di platform jaringan profesional, atau panggilan telepon juga bisa Anda lakukan. Melalui ini, Anda bisa memperkenalkan perusahaan dan mendiskusikan peluang posisi yang sedang dibutuhkan.

4)  Tingkatkan Candidate Experience dengan Proses Rekrutmen yang Efektif dan Berkualitas

Menerapkan proses rekrutmen yang terstruktur dan komprehensif dapat membantu Anda dalam menilai keahlian, kualifikasi, dan kesesuaian budaya dari calon kandidat. Untuk melakukan ini, Anda bisa melakukan sejumlah cara seperti di bawah ini: 

Susun Deskripsi Pekerjaan 

Ajak tim yang membutuhkan untuk merumuskan detail atau deskripsi pekerjaan. Cantumkan tanggung jawab, kualifikasi, dan peran secara transparan. Pastikan semua deskripsi tersebut proporsional, jangan terlalu banyak maupun terlalu sedikit informasinya. Pastikan kandidat mendapat informasi tentang langkah selanjutnya dan perkiraan waktu selama proses perekrutan.

Lakukan Wawancara dengan Baik dan Tetap Saling Menghormati 

Pastikan proses Interview bisa terorganisir dengan baik, saling menghormati, dan tetap engaging. Pastikan semua percakapannya tetap relevan, kalau user berarti ada hubungannya dengan pekerjaan. Sedangkan, tim HR ada hubungannya terkait behavior, regulasi, dan berbagai topik HR lainnya. 

Branding Perusahaan Harus Konsisten 

Pastikan semua alur rekrutmen ini selaras dengan branding perusahaan. Pertahankan konsistensi dalam penyampaian pesan dan gaya komunikasi secara keseluruhan. 

Tetap Follow Up dan Minta Feedback 

Sampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih ke calon kandidat, termasuk mereka-mereka yang belum bisa lanjut ke tahap berikutnya. Dorong mereka untuk tetap terhubung dengan perusahaan Anda, siapa tahu akan ada kesempatan berikutnya di mana mereka bisa bergabung. 

Kemudian, Anda juga bisa minta mereka untuk mengisi feedback mengenai proses rekrutmen tadi secara keseluruhan. Gunakan hasil review ini untuk meningkatkan kualitas rekrutmen di masa yang akan datang.

Efisiensikan Proses Rekrutmen 

Efisiensikan Proses Rekrutmen

Minimalkan jumlah langkah yang diperlukan dan optimalkan platform aplikasi agar mudah digunakan. Sebisa mungkin, minimalkan jumlah fase dalam proses rekrutmen. Tidak hanya itu, gunakan rekrutmen full online jika memang itu bisa dilakukan karena akan menghemat waktu, biaya, dan tenaga dari kedua belah pihak. Untuk saran. manfaatkan sistem teknologi dalam mewujudkan efisiensi rekrutmen ini.

Kenalkan Budaya Perusahaan 

Selama proses interview, Anda bisa lakukan evaluasi terkait selaras atau tidaknya calon kandidat dengan budaya dan nilai-nilai perusahaan. Ajukan pertanyaan yang dapat menilai gaya kerja dan lingkungan kerja pilihan mereka.

Verifikasi Latar Belakang

Jika kandidat memberikan referensi, coba kunjungi referensi tersebut untuk memastikan keakuratan latar belakangnya. Anda juga bisa melakukan proses verifikasi ini dengan cara cek data ke institusi pendidikan kandidat guna memastikan riwayat pendidikannya jika perlu.

5)  Pertahankan dan Kembangkan Karyawan yang Sudah Ada

Meskipun menarik talenta-talenta terbaik di luar itu penting, mempertahankan dan mengembangkan karyawan yang sudah ada tak kalah pentingnya bagi keberhasilan jangka panjang dan keberlanjutan suatu perusahaan. Berinvestasi dalam pengembangan karyawan dan menciptakan peluang untuk tumbuh di dalam perusahaan dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan mengurangi tingkat turnover. Jelas, hal ini dapat berdampak dalam penghematan waktu dan sumber daya perusahaan karena tidak harus mengadakan proses rekrutmen dan pelatihan karyawan baru.

Talent Acquisition Adalah Jembatan Sukses Antara Perusahaan dan Karyawan

Jika seorang calon kandidat merasa bahwa sistem rekrutmen di suatu perusahaan itu kurang baik, ada kemungkinan besar kalau perusahaan tersebut memang bermasalah. Semakin bermasalah sebuah perusahaan, semakin jauh pula perusahaan itu dari kesuksesan yang sesungguhnya. Karena itu, strategi talent acquisition adalah langkah yang mungkin bisa dicoba guna memperbaiki atau bahkan merevolusi perusahaan Anda.  

Tapi….. hal ini tidak mudah untuk lakukan kan yah? Bisa iya dan bisa tidak. Iya, jika Anda masih menggunakan cara tradisional dalam melakukan proses rekrutmen. Tidak, jika Anda sudah menggunakan sebuah solusi manajemen rekrutmen. Penasaran bagaimana solusi ini dapat membantu Anda dalam proses rekrutmen? Mari jadwalkan konsultasi bersama tim kami.

Optimalisasi Keterlibatan Karyawan, Tingkatkan Kinerja Tim, dan Permudah Proses Rekrutmen Perusahaan Anda dengan SAP SuccessFactors

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk membentuk masa depan talenta Anda lebih baik. Temukan potensi penuh dengan SAP SuccessFactors sekarang!

Hubungi SalesDemo Gratis Sekarang
A. Alfan Alif

Share on:

To the top