Tips Kembali Bekerja di Kantor Selama Pandemi Covid-19 Menurut ILO

“Adanya varian baru Covid-19, Omicron, membuat mayoritas perusahaan harus berpikir dua kali tentang anjuran kembali bekerja di kantor.” — Forbes.

Di Indonesia, ajakan untuk kembali bekerja di kantor lumayan gencar disosialisasikan. Hal ini masih masuk akal karena memang kurva Covid-19 sedang melandai secara stabil. Namun, anjuran tersebut, sekarang, sudah mulai “dipertanyakan” kembali.

kembali bekerja di kantor

Mengapa? Karena ada varian baru Covid-19 lainnya yang kemungkinan besar akan lebih mudah menyebar (masih dalam penyelidikan WHO). Tentu, hal ini akan lebih mengancam ke karyawan Anda yang memang sudah full WFO maupun yang sedang Hybrid. 

Jika dilihat dari statistiknya, 85% pekerja Indonesia itu ingin sekali adanya fleksibilitas dalam lokasi dan jam kerja. Namun, varian baru Covid-19 ini sepertinya akan “menenggelamkan” keinginan tersebut.

Setidaknya, itu lah yang kita semua pikirkan sebelum membaca pernyataan ini “Still, vaccines are expected to provide some protection against Omicron because they stimulate not only antibodies but immune cells that can attack infected cells, Dr. Hatziioannou said.”

Pernyataan tersebut diucapkan oleh seorang Virologist dari Rockefeller University bernama Dr. Theodora Hatziioannou. Untuk Informasi, beliau ini pernah mendapatkan penghargaan karena menemukan restriction factors dari virus HIV-AIDS. Pernyataan tersebut menghasilkan harapan untuk kita kembali bekerja di kantor. Dan, kuncinya terletak pada vaksinasi Covid-19.

Vaksinasi saja? Tentu tidak.

Di artikel spesial ini, Anda, sebagai pemangku kepentingan di perusahaan, akan mendapatkan rangkuman dari “Panduan Kembali Bekerja di Kantor selama Covid-19”. Rangkuman panduan ini kami lansir dari publikasinya ILO (International Labour Organization). Sebelum masuk ke pokok pembahasan, mari tingkatkan dulu sedikit awareness kita tentang varian baru Covid-19 ini.

Varian Baru Covid-19, Omicron, Mengancam Anda yang Akan Kembali Bekerja di Kantor

Menurut Forbes, WHO melaporkan bahwa ada varian virus corona baru yang mulai menyebar di Afrika Selatan dan beberapa negara sekitarnya. Hal ini membuat beberapa negara mengeluarkan travel ban untuk Afrika Selatan.

kembali bekerja di kantor

WHO mengatakan bahwa varian ini mengandung lebih banyak mutasi pada spike proteinnya dibandingkan dengan varian delta. Untuk informasi, varian Omicron baru ini memiliki sekitar 50 mutasi, sedangkan strain delta hanya memiliki dua mutasi pada domain pengikatan reseptornya.

Varian baru ini telah diidentifikasi di Afrika Selatan, Botswana, Belgia, Hong Kong dan Israel. 

Tentu, Indonesia tidak boleh “jumawa”. Pasti akan ada kemungkinan kalau varian ini bisa masuk ke Indonesia. Oleh sebab itu, panduan protokol kesehatan dan vaksinasi adalah pertahanan terbaik kita semua.

Panduan dan Praktik Perusahaan untuk Mencegah Penyebaran Covid-19 di Tempat Kerja

Ada sebuah pesan penting yang ditekankan oleh ILO. 

Publikasi ini bertujuan untuk memberikan panduan umum dan informasi kepada stakeholders perusahaan atau semua lembaga lainnya tentang cara mencegah penyebaran COVID-19 di tempat kerja. Hal ini bertujuan agar pekerja dapat kembali bekerja di kantor dengan aman sambil menekan risiko penularan serendah mungkin. Kemudian, panduan ini juga berusaha memberikan ide tentang bagaimana melindungi kesehatan mental dan engagement pekerja selama pandemi.

kembali bekerja di kantor

Oke, mari kita mulai pokok pembahasannya.

1.) Ikuti Aturan dan Guidance dari Dinas Kesehatan Pusat Maupun Daerah

ILO menekankan lagi kalau ini adalah panduan yang bersifat umum. Sebaiknya, Anda juga harus mematuhi panduan lokal. Oleh sebab itu, peraturan atau petunjuk dari dinas kesehatan wilayah kantor Anda juga penting. Semisal, instruksi dinas kesehatan menyatakan hanya 25% yang boleh bekerja ke kantor, maka Anda harus patuhi pernyataan tersebut. Peran pemerintah dan Anda akan sangat berpengaruh pada poin pertama ini. 

Ingat, jika Anda atau pemerintah sama-sama menganggap remeh protokol kesehatan, pandemi ini akan “mengorbankan” pekerja Anda.

2.) Internal Meeting untuk Membicarakan Hal Ini

Setelah ada lampu hijau dari dinas kesehatan, maka Anda dan internal sebaiknya membicarakan hal ini secara tertutup dulu. Anda harus membahas mana yang lebih tepat, full WFH, hybrid, atau mungkin full WFO. Setelah Anda membicarakan hal ini, coba Anda buat survei ke seluruh pekerja Anda dengan open-ended questions perihal masalah ini. Mengapa harus tipe open-ended questions? Karena dengan pertanyaan survei tipe ini, karyawan akan merasa suaranya didengar. Hence, keterlibatan atau engagement karyawan akan meningkat.

Hasil survei tersebut, kemudian Anda bicarakan lagi dengan internal. Jika bekerja ke kantor tetap menjadi pilihan (hybrid maupun WFO), maka perhatikan panduan ini sampai selesai.

3.) Kebersihan Tempat Kerja, Equipment dan Fasilitas

Terapkan protokol pembersihan dan desinfeksi harian atau mingguan. Anda bisa menggunakan jasa profesional atau jadwal piket khusus karyawan untuk melakukan hal ini. Memastikan tempat kerja, workstation, peralatan, fasilitas, dan yang lainnya tetap bersih dan higienis adalah tujuannya.

Saat membersihkan, berikan perhatian khusus pada area yang sering digunakan oleh orang banyak. Beberapa diantaranya seperti, kantin, loker, koridor, meja, pegangan pintu dan jendela, pegangan tangan, saklar lampu, pintu toilet, keran wastafel, dispenser sabun, dan yang lainnya.

4.) Pastikan Tempat Kerja Anda “Menyediakan” Physical Distancing, Ventilasi, dan Alat Pelindung Diri.

Anda bisa memperluas area tempat kerja, memberlakukan shift, mengurangi jam kerja, dan lainnya untuk menjalankan physical distancing. Ventilasi di ruangan kerja juga perlu diperhatikan, kalau perlu gunakan air purifier. Sediakan masker medis atau Alat Pelindung Diri lainnya secara gratis untuk karyawan ketika berada di area kantor.

Untuk lebih jelasnya, silakan simak panduan dari CDC dan OSHA ini.

5.) Cek Status Vaksinasi dan Skrining Gejala Covid-19

Vaksinasi adalah hal penting lainnya selain protokol kesehatan. Oleh sebab itu, Anda harus mewajibkan vaksinasi untuk seluruh karyawan Anda. Berikan fasilitas vaksinasi jika memang ada yang belum bisa vaksin. 

Kemudian, Anda perlu sebuah alat cek suhu badan manusia yang baik untuk mendeteksi seluruh karyawan Anda. Menurut ILO, suhu badan tetap menjadi salah satu indikator skrining gejala Covid-19 yang “mudah dicek”. Status vaksinasi, data suhu tubuh dan beberapa skrining lainnya tersebut, sebaiknya, Anda simpan di suatu pusat data karyawan atau sistem manajemen kesehatan perusahaan. 

6.) Daftar Kontak

Ini mungkin banyak terlewat, jadi tolong perhatikan. Ketika karyawan sudah mulai masuk ke kantor, suruh mereka untuk melengkapi identitas mereka. Termasuk, nomor handphone yang bisa dihubungi, selain nomor si karyawan tersebut. Bisa nomor orang tua, saudara, paman, anak dan lainnya. Untuk apa hal ini? Semisal, seorang karyawan tiba-tiba pingsan atau mengalami kecelakaan pekerjaan, perusahaan langsung bisa menghubungi keluarganya dengan cepat. Namun, ingat, identitas ini benar-benar harus dijaga oleh perusahaan. 

Kemudian, anjurkan karyawan untuk menulis “daftar aktivitas”. Semisal, karyawan A pada tanggal ini, jam ini, masuk ke ruangan ini untuk melakukan ini. Dengan daftar tersebut, tracing dan tracking Covid-19 akan bisa dilakukan dengan lebih cepat.

7.) Perhatikan Ruang Istirahat dan Pantry

Beberapa hal yang bisa Anda terapkan adalah: terapkan jam istirahat yang bergiliran, beri jarak antara meja dan kursi, gunakan makanan yang prepackaged, wajibkan cashless payments, gunakan alat makan pribadi dan beberapa hal lainnya.

8.) Tetap Sosialisasikan Vaksinasi dan Protokol Kesehatan

Sebelum pulang dari kantor, anjurkan seluruh karyawan untuk membersihkan space kerjanya secara mandiri. Kemudian, suruh mereka untuk mencuci tangan. Berikan informasi lainnya terkait pandemi ini secara terus menerus. Kalau ada yang melanggar, beri mereka surat pemberitahuan. Apapun yang terjadi “paksa’ mereka untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan vaksin.

Panduan dan Praktik Perusahaan untuk Menjaga Kesehatan Mental Karyawan

Mental Health

Kesehatan Mental karyawan juga perlu diperhatikan. Ketika mental mereka sudah baik maka produktivitas mereka pun juga akan baik. Berikut ini beberapa hal yang bisa perusahaan lakukan:

  • Berikan informasi yang jelas, dan akurat kepada pekerja. Lebih baik lagi, jika Anda bisa menunjukkan rasa empati, tanpa judgmental.
  • Meyakinkan pekerja kalau perusahaan sedang melakukan yang terbaik dalam menjaga karyawan saat pandemi seperti ini.
  • Memastikan pekerja tahu siapa yang harus dihubungi jika mereka membutuhkan dukungan atau merasa tertekan.
  • Mendorong pekerja untuk mengkonsumsi media kredibel 
  • Membekali manajer atau team leader dengan keterampilan dan alat yang diperlukan untuk melakukan percakapan dengan tim mereka. Percakapan seperti menanyakan bagaimana kondisi mereka adalah salah satunya.

Baik, itu tadi adalah rangkuman dari panduan kembali ke kantornya International Labour Organization. Anda, tentu, akan melakukan banyak penyesuaian karena guidance tersebut tidak bisa berlaku pada semua jenis bisnis. Apapun itu, Anda tetap harus berusaha memberikan vaksin dan fasilitas protokol kesehatan karyawan Anda di manapun mereka berada.

Kalau Anda merasa panduan atau tips ini kurang “lokal”, Anda sangat boleh mengikuti event Wtalk seri ke-6 kami yang akan membahas “Best Practice to return to the Office” klik banner di bawah ini untuk mulai mendaftar ya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

bekerja di kantor selama pandemi
A. Alfan Alif

Share on:

To the top

Leave a comment

Your email address will not be published.

Related Posts

Recent Posts