Keamanan API

Mengapa CRM Membutuhkan Keamanan API?

Demi memudahkan kegiatan Customer Relationship Management (CRM), kini hadir pihak ketiga yang bekerja dengan bantuan platform Application Programming Interface (API). Meskipun aplikasi ini dapat meningkatkan pelbagai pengalaman bagi pelanggan, namun keamanan API merupakan sesuatu yang harus jadi perhatian. Khususnya ketika CRM menyampaikan informasi sensitif via aplikasi tersebut. Jadi, mengapa CRM membutuhkan keamanan API?

Anda harus memahami bahwa integrasi  telah mengubah cara tim sales berfungsi. Hal ini membuat ragam kemampuan bisa dilakukan CRM, seperti: menghubungi pelanggan, merancang kampanye via email, dan membuat dokumen penjualan.

Jika API yang terhubung ke CRM Anda tidak aman, informasi sensitif tersebut akan mudah disadap oleh peretas yang ingin mencuri data rahasia Anda. Hal ini akan membuat Anda rentan diserang Cross-Site Scripting (X-SS) dan suntikan Structured Query Language (SQL) yang dapat menyebabkan pelanggaran data.

Jadi, inilah alasan kenapa keamanan API adalah hal yang penting untuk keberhasilan aplikasi Anda yang terintegrasi langsung dengan CRM.

Selaras dengan penelitian cyber security software Imperva, setiap perusahaan rata-rata mengelola 363 API, dan lebih dari dua pertiganya memaparkan API mereka kepada publik. Ini dilakukan untuk memungkinkan mitra dan pengembang memanfaatkan platform dan perangkat lunak mereka, akan tetapi ini juga turut membawa risiko keamanan yang tidak diharapkan.

Untuk lebih lanjut, artikel ini akan membahas topik mengenai keamanan API dan peran penting yang dimilikinya dalam mengintegrasi CRM ke pihak ketiga.

Apa itu API dan seberapa pentingkah aplikasi ini?

Setiap perusahaan tentu menggunakan banyak aplikasi seperti CRM, Customer Support Software, dan Information Technology Service Management (ITSM). Menggunakan API tentunya dapat membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, sehingga memungkinkan berbagai aplikasi bekerja sekaligus secara bersamaan.

API pada dasarnya merupakan aplikasi pemrograman antarmuka (software-to-software interface), di mana seperangkat antarmuka (bisa berbentuk fungsi, method, atau URL endpoint) yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi, baik dalam satu platform maupun lintas platform.

Menggunakan API tentu akan memudahkan interaksi berbasis jaringan, karena membantu mempercepat laju adopsi tanpa kehilangan data yang ada.

Mengapa keamanan ini API penting?

Saat Anda menggunakan API, data ditransfer antar aplikasi yang berbeda melalui internet. Data ini bisa seperti informasi bisnis rahasia atau data pribadi pelanggan. Anda dapat menganggapnya sebagai dua aplikasi yang saling berbicara. Jika seorang hacker menyadap informasi ini, tentu mereka dapat mengambil keuntungan secara pribadi.

Karena API populer dan umum digunakan, maka aplikasi ini menjadi sasaran empuk bagi peretas. API pun hanya dilengkapi dengan langkah-langkah keamanan dasar seperti nama pengguna dan kata sandi. Tapi ini tidak cukup untuk melindungi data Anda dari serangan. Hacker dapat menggunakan brute force untuk menebak kredensial (kerahasiaan) password dan membobol pertahanan API yang digunakan perusahaan Anda.

Untuk memperkuat keamanan API, maka otentikasi dasar ini harus diganti dengan token keamanan seperti Multi-Factor Authentication (MFA). Namun, ada lebih banyak langkah yang dapat diambil untuk memastikan kerahasiaan data yang Anda miliki tetap aman.

Kendati begitu, ketika perusahaan ingin menerapkan keamanan API, beberapa persoalan mungkin akan datang menghampiri. Umumnya, seperti siapa yang mengambil tanggung jawab akan keamanan itu.

Berdasarkan hasil studi Ovum, 53% responden percaya bahwa departemen TI bertanggung jawab untuk mengamankan API, sementara 47% mengatakan tim pengembangan API yang seharusnya bertanggung jawab dalam hal ini.

Berikut hal-hal yang perlu diingat saat mengintegrasikan API ke sales CRM Anda

Karena API bersifat menangani informasi pribadi pelanggan Anda. Maka, penting untuk fokus pada keamanannya. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda terapkan saat mengintegrasikan API ke dalam CRM.

1. Gunakan sistem Continuous Integration (CI) saat mengintegrasikan

Anda perlu menggabungkan langkah-langkah keamanan dan pengujian unit ketika mengintegrasikannya ke dalam alat dan proses yang ada. Pengujian keamanan harus menjadi langkah dalam pipeline build Anda.

2. Test keamanan API setiap kali Anda melakukan build integrasi

Tidak mudah jika hanya mengandalkan pengujian manual karena akan cukup memakan waktu, dan juga butuh orang yang benar-benar relevan agar dapat memastikan mereka menambahkannya ke alur kerja secara teratur. Hindari penggunaan beberapa versi kode yang berbeda tanpa melakukan pemeriksaan keamanan. Pemeriksaan keamanan adalah hal yang sangat penting.

3. Kembalikan hasil yang bisa ditindaklanjuti

Untuk mendapatkan hasil dari pengujian otomatis, Anda harus bertindak berdasarkan informasi yang Anda uji. Ketika ingin mengambil tindakan berdasarkan hasil yang Anda dapatkan, Anda perlu upaya untuk menetapkan remediasi pada anggota tim. Dalam hal ini anggota tim yang dapat menjadi pengembang API adalah tim QA, spesialis keamanan TI, dan lainnya.

4. Selalu baca dokumentasi dengan cermat

Pastikan Anda memiliki pengetahuan tentang set instruksi yang diperlukan untuk mengimplementasikan API. Meneliti dokumen API akan membantu Anda mempelajari lebih lanjut tentang batasan penggunaan, input data, output data, dan detail implementasi lainnya.

5. Selalu monitor akses API

Sebagai vendor Anda harus cermat dalam mengikuti pelaksanaan terbaik sembari memilih solusi saat memantau akses API di Freshsales atau CRM serupa.

Saran terbaik, pilihlah mitra yang memungkinkan menurut Anda mendeteksi pola dalam aktivitas API demi keamanan API saat CRM menggunakannya.

6. Pilih API yang cukup teruji dengan baik

Menggunakan API adalah hal yang penting karena menghemat biaya pengeluaran perusahaan. API pun tergantung pada pihak ketiga yang menyediakannya. Jadi, Anda bisa mendapatkan API yang telah teruji dengan baik dari sumber populer untuk mengelola aplikasi Anda agar mendapatkan pengalaman yang baik sebagai pengguna, terkhusus perihal keamanan API tersebut .

7. Keamanan API itu penting, jangan abaikan

Memperhatikan fitur keamanan API adalah suatu hal yang penting demi menghindari pencurian data dan peretasan. Beberapa API memang menawarkan perlindungan data yang cukup aman dan koneksi yang terenkripsi. Sementara itu, beberapa API lainnya tidak dilengkapi dengan hal sama dan sudah pasti keamanan bisnis Anda menjadi rentan dan mudah diretas.

Jadi, pastikan menggunakan API yang sesuai standar kebijakan keamanan yang mampu melindungi informasi bisnis dan user Anda. 

8. API yang terukur adalah kunci

Sebuah bisnis perlu mengimplementasikan API yang tumbuh dengan terukur. Ini sangat membantu perusahaan agar tidak mengulangi integrasi pihak ketiga yang ada demi memilih opsi yang lebih fleksibel

9. Otorisasi di awal dan akhir adalah hal yang penting

Mayoritas pengembang memasukkan beberapa elemen API ke dalam software lain. Karena itu, pendekatan multi-cabang menjadi sangat penting untuk mengamankan kode dengan benar. Jadi, dalam hal ini Anda perlu fokus pada otentifikasi.

Sebagaimana yang kita ketahui, kebanyakan orang telah beralih dari sistem kata sandi sederhana menuju otentikasi multi-step. Bahkan ada yang berfokus pada solusi biometrik seperti sidik jari. Setelah berhasil mengautentikasi identitas seseorang, lalu orang tersebut harus menuju langkah selanjutnya. Seperti harus lulus pemeriksaan otorisasi untuk mendapatkan akses ke berbagai jenis informasi.

Adanya panduan ini kami berharap mampu membantu Anda mengatasi banyak tantangan keamanan yang mungkin akan Anda hadapi saat mengintegrasikan API dengan CRM. Dengan memiliki integrasi API yang tepat, semoga bisnis Anda dapat mencapai alur kerja yang akurat. Manfaat API akan membuat Anda layak untuk mengatasi segenap tantangannya.

Dengan mengajukan pertanyaan yang tepat dan mengetahui bidang mana yang perlu diperhatikan, Anda dapat menciptakan lingkungan yang terpercaya dan aman. Meskipun API ditargetkan oleh peretas, Anda dapat mengambil langkah-langkah menuju keamanan yang lebih baik. Ini akan melindungi data sensitif agar tidak jatuh ke tangan yang salah.

Baca Juga: Tips Layanan Pelanggan Terbaik Yang Dapat Anda Terapkan

Selain itu, aplikasi CRM seperti Freshsales dapat membantu tim sales Anda untuk close deals lebih cepat. Freshsales juga dapat membantu Anda dalam melihat mana pelanggan yang berpotensi untuk menggunakan produk atau jasa Anda. Klik tombol di bawah ini untuk mendapatkan akses Freshsales dan konsultasikan langsung bersama tim kami.

Sign Up for Free

Sumber: Freshsales