menghitung iuran BPJS Kesehatan

Cara Gampang Menghitung PPh 21 Sesuai PTKP 2019

Bagaimana cara menghitung PPh 21?

Banyak perusahaan yang menghitung PPh 21 masih dengan cara manual menggunakan Excel. Selain sulit karena terkadang harus diperiksa kembali keakurasiannya, pastinya memakan waktu yang tidak sedikit juga.

Padahal saat ini telah banyak tersedia aplikasi HRIS yang dapat membantu kamu dalam menghitung PPh 21 secara otomatis. Misalnya saja seperti aplikasi Haermes.

menghitung PPh 21

Menghitung PPh 21 karyawan tetap secara manual

Sebelum membahas soal menghitung PPh 21 menggunakan aplikasi HRIS, mari memahami cara menghitung PPh 21 sesuai PTKP 2019. Perhatikan tabel di bawah ini untuk mengetahui PPh 21 untuk bulan Februari 2019.

Gaji PokokRp6.000.000
Pengurangan:
(i) Biaya Jabatan (5% x Rp6.000.000)Rp300.000
(ii) Iuran JHT (Jaminan Hari Tua) 2% dari gaji pokokRp120.000
Jumlah pengurang per bulanRp420.000
Penghasilan neto sebulanRp5.580.000
Penghasilan neto setahun

(12 x Rp5.580.000)

Rp66.960.000
PTKP:
(i) Untuk wajib pajak sendiriRp54.000.000
(ii) Tambahan karena MenikahRp4.500.000
Jumlah PTKP setahunRp58.500.000
Penghasilan kena pajak setahunRp8.460.000
PPh Pasal 21 Terutang

(5% x Rp8.460.000)

Rp423.000
PPh Pasal 21 Februari 2019

(Rp423.000 : 12 bulan)

Rp35.250

Misalnya kamu adalah seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan dengan gaji pokok Rp6 juta. Coba perhatikan penjelasan di bawah ini.

  1. Setiap bulan, kamu harus membayar biaya jabatan sebesar 5% dari penghasilan bruto (maksimal Rp500 ribu sebulan atau Rp6 juta setahun).
  2. Iuran JHT (Jaminan Hari Tua) sebesar 2% dari gaji pokok sesuai dengan program jaminan hari tua yang tertera pada laman BPJS Ketenagakerjaan.
  3. Penghasilan neto per bulan adalah gaji pokok dikurangi biaya jabatan dan iuran JHT kemudian dikalikan 12 untuk mendapatkan penghasilan neto per tahun.
  4. Penghasilan Tidak Kena Pajak atau yang biasa disebut PTKP berfungsi untuk mengurangi penghasilan bruto, agar diperoleh nilai Penghasilan Kena Pajak.
  5. Jika kamu telah menikah dan belum memiliki anak, maka PTKP akan ditambahkan sebesar Rp4.500.000.
  6. PPh 21 sejumlah 5% akan dipotong dari penghasilan kena pajak setahun.
  7. Penghasilan kena pajak harus dibulatkan ke bawah hingga memiliki nominal ribuan penuh. Bulan Februari 2019 dikenai pajak sebesar Rp35.250, maka pembulatannya adalah Rp35.000.

Menghitung PPh 21 secara otomatis

Nah, di atas sudah dijelaskan secara gamblang bagaimana menghitung PPh 21 secara manual. Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa menghitung PPh 21 saat ini bisa dilakukan secara otomatis menggunakan aplikasi Haermes.Aplikasi ini dapat menghitung gaji (payroll), PPh 21, dan BPJS serta melakukan banyak pengaturan terkait data karyawan. Untuk menghitung PPh 21, kamu hanya perlu membuat pengaturannya terlebih dahulu. Kemudian, melalui data yang telah dimasukkan, sistem akan berjalan secara otomatis untuk meenghitung PPh 21 tersebut.Selain itu, masih banyak lagi kelebihan menghitung PPh 21 menggunakan aplikasi ini. Yuk simak penjabarannya di bawah ini.

1. Menghitung secara otomatis dan akurat

Penghitungan PPh 21 melalui Haermes bisa terus disesuaikan dengan peraturan pajak terbaru (termasuk peraturan tentang PTKP terbaru/PTKP 2016) dan tarif dasar progresif. Kamu bisa memasukkan data gaji karyawan terlebih dahulu dan penghitungan PPh 21 akan berjalan secara otomatis serta akurat.

Kamu juga bisa memilih versi sesuai kebutuhan mu yakni Haermes web atau Haermes desktop.

2. Dapat menghitung dengan status karyawan tetap maupun karyawan tidak tetap

Kamu bisa memilih status karyawan untuk penghitungan pajak karyawan tetap yang menerima gaji bruto (gross) dan tunjangan pajak (gross up). Kemudian, penghitungan pajak akan dilakukan secara otomatis dan akurat sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.

3. Menghitung dengan tepat metode gaji bersih dan gaji kotor

Untuk penghitungan PPh 21, kamu bisa memilih metode yakni dengan metode penghitungan gaji bersih (netto/gross up) atau gaji kotor (gross).

4. Memasukkan data hanya cukup satu kali saja

Kamu tidak perlu memasukkan data berulang kali. Hanya dengan satu kali memasukkan data gaji karyawan dan pengaturan lainnya yang dibutuhkan sesuai peraturan pemerintah yang berlaku, penghitungan PPh 21 sudah bisa berjalan dengan baik.

5. Menghitung PPh 21 bulanan dan tahunan dengan mudah

Kamu gak perlu khawatir untuk mengatur periode kontrak karyawan, perubahan gaji, serta penghitungan lainnya. Karena, aplikasi ini dapat menghitung PPh 21 bulanan maupun tahunan.

Kalau sudah begitu, kamu gak perlu ragu lagi kan untuk menggunakan otomatisasi dalam menghitung PPh 21 pada perusahaan mu. Dengan menggunakan aplikasi Haermes, kamu tidak akan merasa kesulitan. Penasaran? Yuk coba dulu!
Tarry Andini

Share on: