komplain pelanggan

Bertemu Pebisnis Terburuk Pada Abad ke-18 SM

Komplain pelanggan saat ini sering kali disampaikan melalui Twitter, namun pada abad ke-18 SM, isi komplain dipahat pada tablet dalam skrip cuneiform[1]. Beberapa tablet komplain tertua yang terkenal ditujukan pada seorang pebisnis Mesopotamian bernama Ea-Nasir yang mungkin menjadi pebisnis terburuk pada millennium kedua SM karena menerima sejumlah komplain yang dilontarkan padanya.

Kota Ur yang berlokasi di Iraq pada zaman modern sebagian besar digali kembali di awal abad ke-20 oleh Sir Leonard Wooley, seorang arkeologis British. Salah satu rumah di sana memiliki beberapa tablet bertuliskan aksara paku yang merupakan komplain ditujukan kepada Ea-Nasir. Ia merupakan anggota dari Alik Tilmun yang merupakan komunitas pebisnis asal Dilmun, situs arkeologi lain di Teluk Persia, di Bahrain saat ini. Lokasi Dilmun yang berada di perairan Teluk membuatnya menjadi tempat yang bagus untuk pebisnis seperti Ea-Nasir untuk menjalankan bisnis impor-ekspornya. 

Berdasarkan lebih dari selusin tablet yang disembunyikan di rumahnya, arkeologis telah menemukan bahwa Ea-Nasir adalah seorang pedagang tembaga besar yang tidak hanya menyediakan grosir ingot[2] namun juga produk metal yang telah selesai, dan terkadang menyediakan tekstil serta bahan makanan.

Awal kariernya, Ea-Nasir melakukan jual beli untuk istana di Ur dan dianggap sebagai pengambil risiko kredit yang baik. Namun kemudian ia mulai banyak menghabiskan waktu di Dilmun yang menyebabkan krediturnya menuliskan surat dengan kata-kata yang buruk menanyakan di mana barang pesanan mereka. Di sinilah awal mula sejarah Ea-Nasir dilihat dari sisi pelanggannya yang merasa ditipu.  

Seorang pria bernama Arbituram mengirimkan Ea-Nasir sebuah catatan yang berisikan, “…anda telah memberikan tembaga… dan memberikan perak serta keuntungannya ke Nigga-Nanna. Saya telah membuatkan anda tablet yang berisikan masalah tersebut. Kenapa anda belum memberikan saya tembaga tersebut? Jika anda tidak memberikannya, saya akan menagih janji anda. Tembaga yang bagus, berikan lagi dan lagi. Kirimkan saya seseorang”.

Kira-kira tidak lama setelahnya, Arbituram merasa gelisah dan menuliskan lagi pada Ea-Nasir, “Mengapa anda belum memberikan tembaga tersebut pada Nigga-Nanna? Ili-idinnam berkata ‘Tembaga yang diterima Nigga-Nanna adalah milik saya!’ Berbaik hatilah dalam memberikan tembaga untuk Nigga-Nanna, sebanyak klaimnya kepada anda”.

Beberapa orang lainnya melibatkan diri dalam kejadian tersebut. Appa memberitahu Ea-Nasir, “”Tembaga milik saya, berikan ke Nigga-Nanna – tembaga yang bagus, dengan begitu saya tidak merasa terganggu”. Kemudian Imgur-Sin dengan kesal menuliskan pada Ea-Nasir, “Semoga Samas[3] memberkati anda. Berikan tembaga bersegel yang bagus ke Ningga-Nanna. Sekarang anda membuat saya mengeluarkan 10 shekel[4] perak. Agar anda tidak merasa terganggu, berikan dia tembaga yang bagus. Tidakkah anda tahu betapa lelahnya saya akan hal ini?”.

Nigga-Nanna bukan satu-satunya pria yang terganggu dengan kelalaian bisnis Ea-Nasir. Ilsu-ellatstu yang mungkin merupakan mitra bisnis Ea-Nasir menuliskan bahwa, “berkaitan dengan tembaga Idin-Sin, Izija akan menemui anda. Tunjukkan padanya 15 ingot maka dia akan memilih 6 ingot yang bagus, dan berikan kepadanya. Dengan begitu Idin-Sin tidak akan marah”. Dan pelanggan lain bernama Ili-idinnam menyindir Ea-Nasir, “pekerjaan yang anda lakukan sangaaaaat bagus. Satu tahun yang lalu, Saya membayar perak dari luar negeri, anda harusnya hanya menahan tembaga yang buruk. Harap bawakan tembaga anda”.

Namun pelanggan yang sangat marah pada Ea-Nasir adalah seorang pria bernama Nanni sehingga ia menutupi bagian depan dan belakang tablet komplain cuneiform.

Tablet tersebut berisikan:

Sekarang ketika anda datang, anda mengatakan ‘Saya akan memberikan ingot yang bagus ke Gimil-Sin’, ini juga yang anda katakan pada saya ketika anda datang namun anda belum melakukannya. Anda sudah menawarkan ingot yang buruk ke kurir saya dengan berkata ‘Jika anda ingin mengambilnya, ambillah, jika tidak, sana pergi’. Memangnya saya siapa dengan berani anda memperlakukan saya dengan penghinaan seperti ini? Dan di kalangan orang seperti kita. Saya sudah menuliskan surat agar anda menerima uang saya, tapi anda menolaknya. Berulang kali anda membuat kurir kembali dari luar negeri dengan tangan kosong. Siapa di antara pedagang Dilmun yang berani memperlakukan saya seperti ini? Anda telah menghina kurir saya. Dan lebih jauhnya mengenai perak yang anda ambil dari rumah saya setelah diskusi ini. Dan atas nama anda, saya memberikan 18 talenta tembaga ke istana, dan Sumi-abum juga memberikan 18 talenta tembaga, terlepas dari fakta bahwa kami mengeluarkan dokumen yang disegel itu ke kuil Samas. Terkait dengan tembaga itu, atas perlakuan anda, anda telah menahan uang saya di wilayah asing, meskipun anda wajib menyerahkannya kepada saya secara utuh. Anda akan belajar bahwa di sini di Ur saya tidak akan menerima tembaga yang tidak baik dari anda. Di rumah saya, saya akan memilih dan mengambil ingot satu per satu. Karena Anda telah memperlakukan saya dengan buruk, saya berhak untuk memilih tembaga.

Siapa di antara kita yang belum menuliskan (atau ingin menuliskan) sesuatu seperti ini ke pihak maskapai yang menghilangkan koper anda atau penjual eBay yang deskripsi barangnya tidak dapat dipercaya?

Tidak ada indikasi apakah Ea-Nasir membalas komplain pelanggan ini. Namun, bukti arkeologis dari rumah Ea-Nasir di Ur, tempat ia menjalani hari-hari pensiun, menunjukkan bisnisnya yang buruk dan kekayaannya yang menurun. Sebagian rumahnya dibagi ke tanah sebelah dan membuat ruangannya sempit. Ea-Nasir juga dipaksa untuk berhenti berdagang tembaga ke pasar yang kurang menguntungkan seperti spekulasi tanah, perumahan, dan bahkan pakaian bekas. Jika Ea-Nasir hidup di zaman ini, ia akan mati-matian mencoba menempelkan brand-nya ke sejumlah produk.

Jadi, selama pemerintahan Rim-Sin, yang memipin Ur pada 1822 dan 1763 SM, pihak Forbes melacak melalui catatan sejarah tentang jatuh dan bangun Ea-Nasir. Berkat kegagalan transaksi bisnisnya yang menyedihkan, Es-Nasir dikenal tidak hanya sebagai yang terburuk namun juga dikenal sebagai pebisnis terkenal yang tercatat dalam sejarah.

[1] Aksara Paku

[2]Logam cair yang telah dicetak dalam bentuk tertentu dan siap untuk diproses lebih lanjut (sumber: KBBI)

[3] Dewa Matahari

[4] Mata uang yang digunakan saat itu

Sumber: Forbes

Baca Juga: Omnichannel vs Multichannel, mana yang lebih baik?
Kalau dulu mengajukan komplain pelanggan menggunakan cuneiform, zaman sekarang anda bisa menggunakan aplikasi helpdesk seperti Freshdesk. Mau tahu bagaimana cara kerja aplikasi ini untuk manejmen komplain pelanggan? Coba aplikasi Freshdesk secara gratis.

Sign Up for Free