Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS

Cara Singkat Menghitung Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS

Bagaimana penghitungan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS berdasarkan kategori peserta?

BPJS Ketenagakerjaan mempunyai banyak program untuk menjamin kesejahteraan pekerja. Salah satunya adalah Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Namun, tidak semua perusahaan mengikutsertakan karyawannya dalam program ini. Alasannya, perusahaan menimbang risiko dari pekerjaan yang dilakukan karyawan. Namun, sebenarnya program ini dapat diikutsertakan oleh seluruh pekerja dengan tingkat risiko terendah sampai tertinggi.

Jaminan Kecelakaan Kerja

Eits! Sebelum mulai menghitung iurannya, kamu harus tahu dulu komponen apa saja yang digunakan dalam penghitungan tersebut.

Seperti yang telah dibicarakan di atas, jumlah iuran Jaminan Kecelakaan Kerja diukur dari beberapa komponen. Salah satunya diukur dari kategori peserta.

Peserta Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS

Pekerja Penerima Upah

Pekerja Penerima Upah digolongkan dalam 5 tingkat risiko lingkungan kerja seperti yang tertera pada tabel di bawah.

Tingkat Risiko Lingkungan Kerja Iuran (% per bulan)
Tingkat risiko sangat rendah 0,24% dari upah sebulan
Tingkat risiko rendah 0,54% dari upah sebulan
Tingkat risiko sedang 0,89% dari upah sebulan
Tingkat risiko tinggi 1,27% dari upah sebulan
Tingkat risiko sangat tinggi 1,74% dari upah sebulan

#Contoh Kasus:

Ari adalah seorang karyawan yang bekerja di perusahaan X dan bertugas melakukan perbaikan instalasi listrik. Upah Ari perbulan terdiri dari gaji pokok dan tunjangan berjumlah Rp4.380.000. Perusahaan mengikutsertakan Ari dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan dalam kategori tingkat risiko lingkungan kerja tinggi. Maka, iuran yang harus dibayarkan perusahaan setiap bulannya adalah sebagai berikut.

Upah Ari sebulan x tingkat risiko tinggi = Rp4.380.000 x 1,27%= Rp55.626

Maka, jumlah iuran sebesar Rp55.626 harus dibayarkan oleh perusahaan setiap bulannya.

Pekerja Bukan Penerima Upah

Jika kamu masuk dalam kategori Pekerja Bukan Penerima Upah, maka kamu dapat mendaftarkan diri secara mandiri. Kamu harus membayar iuran sebesar 1% dari penghasilanmu setiap bulannya.

#Contoh Kasus:

Pekerjaan sehari-hari Dudit adalah berjualan bakso keliling. Dudit pikir hanya karyawan saja yang bisa menjadi peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan. Namun, setelah mengetahui bahwa ia dapat mengikuti program tersebut secara mandiri. Sebagai pedagang, pastinya Dudit berpenghasilan tidak tetap. Maka iuran Jaminan Kecelakaan Kerja cukup dibayarkan 1% dari penghasilan yang Dudit dapatkan setiap bulannya. Jadi, berikut cara penghitunggannya.

Penghasilan Dudit bulan Mei 2019 x 1% = Rp2.772.000 x 1% = Rp27.720

Jadi, Dudit harus membayar iuran Jaminan Kecelakaan Kerja pada bulan Mei 2019 sebesar Rp27.720. Iuran pada bulan berikutnya akan berbeda tergantung dari penghasilan Dudit.

Jasa Konstruksi

Berbeda dengan kategori pekerja di atas, pekerja jasa konstruksi dibagi lagi menjadi beberapa kategori untuk menentukan iuran yang harus dibayarkan. Iuran dihitung berdasarkan besaran proyek yang sedang dijalankan dan ditanggung sepenuhnya oleh kontraktor.

Nilai Proyek Besar Iuran Kategori
0 > Nilai Proyek ⋝ 100 juta 0,21% x Nilai Proyek a
100 juta > Nilai Proyek ⋝ 500 juta (a) + 0,17 x Nilai Proyek   b
500 juta > Nilai Proyek ⋝ 1 M (b) + 0,13% x Nilai Proyek c
1 M > Nilai Proyek ⋝ 5 M (c) + 0,11% x Nilai Proyek d
> 5 M (d) + 0,009% x Nilai Proyek

#Contoh Kasus:

Kontraktor X memiliki proyek senilai Rp470.000.000. Maka, iuran Jaminan Kecelakaan Kerja yang  harus dibayarkan oleh kontraktor tersebut senilai:

(0,21% x Rp100.000.000) + 0,17% x Rp470.000.000

= Rp210.000 + Rp799.000

= Rp1.009.000 (belum termasuk PPN 10%)

Pekerja Migran Indonesia

Berbeda pula dengan penghitungan iuran bagi pekerja migran indonesia. Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian harus dibayarkan secara bersamaan.

Keterangan Waktu Jaminan Jumlah
Sebelum penempatan ke negara tujuan JKK + JKm Rp37.500 per 5 bulan
Selama & setelah penempatan JKK + JKm Rp332.500 per 5 bulan
Total Iuran JKK + JKm Rp370.000 untuk 31 bulan
Baca juga: Panduan Lengkap Jaminan Pensiun BPJS yang Wajib Diketahui
Komponen-komponen di atas bisa membantu kamu dalam melakukan penghitungan BPJS Ketenagakerjaan baik secara manual maupun otomatis. Yup! Secara otomatis dapat dibantu dengan software HRIS seperti Haermes. Cukup melakukan pengaturan satu kali saja, sistem seterusnya akan bekerja sesuai kebutuhan kamu. Mulai dari penghitungan gaji, upah lembur, BPJS, hingga PPh 21, keperluan cuti dan masih banyak fitur lainnya. Jadi, kamu pilih menghitung secara manual atau otomatis?

Simillar post