Work Life Balance Sebagai Gaya Hidup Pekerja Milenial

Mohamad Krisna

Share on:

Sebagai generasi milenial, yang saat ini sudah memasuki usia produktif pasti sering mendengar work life balance. Terlebih, bagi mereka yang tinggal dan bekerja di kota besar. Mencapai kondisi ideal di mana mereka dapat bekerja dan membagi waktu untuk hal lain menjadi sangat penting.

Persaingan kerja dan tuntutan hidup yang meningkat tidak jarang memaksa orang untuk bekerja lebih keras. Namun, bekerja berlebihan juga memiliki efek samping yang merugikan.

Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bekerja seringkali membuat anda kehilangan banyak hal berharga. Seperti waktu bersama keluarga, atau sekedar meluangkan waktu anda untuk diri sendiri sebagai bentuk mengurangi stres.

Untuk itu anda memerlukan keseimbangan dalam bekerja dan kehidupan anda di luar itu. Agar, anda bisa menjalani hidup yang berkualitas.

Lalu, apa sebenarnya work life balance? Dan mengapa penting bagi pekerja? Simak ulasan selengkapnya melalui artikel berikut ini.

Apa Itu Work Life Balance?

Work life balance adalah kalimat dari bahasa Inggris yang berarti keseimbangan kehidupan dengan pekerjaan. Maksudnya, sebagai pekerja anda membutuhkan keseimbangan dalam bekerja dan kehidupan anda selain pekerjaan.

Agar, kesejahteraan dan kesehatan anda dapat terjaga. Sebagai manusia, anda pasti menginginkan kehidupan yang bermakna dan penuh arti.

Menurut Harvard Business Review, saat ini kebutuhan keseimbangan kerja mengalami tren peningkatan yang cukup pesat. Terlebih, pandemi membuka mata banyak orang akan pilihan lebih yang mereka miliki, sehingga memutuskan untuk resign.

Arti work life balance mengacu pada kondisi ketika anda memiliki kemampuan dan pilihan untuk mengatur menyeimbangkan waktu kerja, keluarga, dan kehidupan pribadi anda.

Baca Juga: 10 Cara Menjawab Kelebihan dan Kekurangan Diri Sendiri saat Interview Kerja

Manfaat Keseimbangan Kerja

Sudah banyak orang yang setuju bahwa bekerja lebih tidak berarti meningkatkan produktivitas. Seringnya, justru bekerja terlalu lama malah menurunkan produktivitas dan kualitas pekerjaan.

Mengutip dari Forbes, work life balance dapat memberikan dampak fundamental terhadap ekonomi dan performa organisasi. Inilah sebabnya kebutuhan akan tempat kerja yang dapat mengakomodasi keseimbangan kerja setiap karyawannya menjadi krusial.

Lalu, apa saja manfaat work life balance? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Meningkatkan Performa

Keseimbangan kerja justru dapat meningkatkan performa kerja seseorang. Mengutip Harvard Business Review, bekerja dalam waktu yang lebih panjang justru meningkatkan stres. Selain itu, menciptakan lingkungan kerja yang tidak kondusif dan kacau.

Hal inilah yang membuat bekerja lebih lama justru menurunkan performa. Tidak jarang, penurunan kinerja tersebut juga ikut menghambat perkembangan bisnis anda.

Memiliki keseimbangan dalam membagi waktu bekerja dan kehidupan anda dapat berdampak positif. Anda bisa memiliki pilihan lebih dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi tanpa perlu mengorbankan salah satunya.

Mengurangi Tingkat Stres

Meskipun sudah banyak yang memahami bahwa bekerja berlebihan justru mengurangi performa, namun ternyata masih terdapat beberapa orang yang kebingungan dengan penerapan keseimbangan kehidupan kerja.

Terlebih, bagi mereka yang memiliki pekerjaan dengan upah yang tidak terlalu besar dan pekerjaan entry level. Beberapa sumber menyatakan tingkat stres memang lebih erat di pekerjaan yang entry level.

Berbeda dengan pekerjaan di atas entry level yang memiliki work life balance yang lebih baik. Ini menyebabkan angka stres juga menurun signifikan. Tidak heran, mengingat di level ini seorang pekerja lebih memiliki keseimbangan kehidupan kerja yang lebih layak.

Memiliki sebuah keseimbangan kerja yang baik dapat membantu anda memprioritaskan kesejahteraan hidup anda. Terlebih, mengutamakan hal yang sangat penting dalam hidup.

Sehingga, tingkat stres dan kecemasan yang anda miliki lebih rendah dan terkendali dengan baik.

Meningkatkan Kesehatan Mental

Alasan mengapa keseimbangan dalam bekerja sangat dibutuhkan adalah kondisi dan kesehatan mental seorang karyawan. Memiliki tekanan kerja terlalu tinggi terbukti meningkatkan tingkat kecemasan, dan tidak jarang stres dan depresi berkepanjangan.

Beberapa sumber menyebutkan, perusahaan yang menerapkan jam kerja berlebihan memengaruhi kondisi mental setiap karyawannya. Hal yang dapat anda jumpai pada beberapa negara maju di Asia seperti Cina, Jepang, dan Korea Selatan.

Untuk itu, memberikan keseimbangan dalam bekerja diperlukan. Agar, kesehatan mental sumber daya manusia anda terjaga. Hal ini tentunya dapat menjaga performa karyawan tersebut.

Meningkatkan Kesehatan Fisik

Memiliki keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi anda dapat berdampak pada kesehatan fisik. Dampak yang dapat anda rasakan mungkin berupa tingkat stres yang menurun. Anda juga memiliki pilihan untuk fokus dengan kesehatan fisik anda.

Seperti rutin meluangkan waktu untuk berolahraga misal. Atau kegiatan lain di luar pekerjaan yang dapat anda lakukan.

Baca Juga: Bagaimana Menjawab “Ceritakan tentang Diri Anda” dari HRD?

Cara Mencapai Work Life Balance

Setelah memahami manfaat work life balance, anda tentu dapat mengerti sekarang mengapa memiliki keseimbangan dalam karier itu penting.

Selain memberikan dampak pada performa dan kinerja, keseimbangan tersebut juga bermanfaat bagi kesehatan dan kondisi psikologi anda. Lalu, bagaimana cara mewujudkannya? Simak selengkapnya berikut ini.

1. Keseimbangan Kerja sebagai Siklus

Mengutip HBR, keseimbangan dalam dunia kerja adalah siklus, bukan sebuah pencapaian. Artinya, mencapai work life balance adalah upaya berkelanjutan, tidak hanya menjadi prestasi yang diraih satu waktu saja.

Upaya dalam mencapai keseimbangan kerja membutuhkan langkah konkret yang cenderung menolak bekerja berlebihan jika memang tidak mendesak.

Dengan begitu, hubungan dan keseimbangan hidup dan pekerjaan anda bisa menjadi lebih sehat. Sehingga, anda bisa memiliki kehidupan yang lebih bermakna dan sesuai dengan harapan dan keinginan anda.

2. Efektif dalam Bekerja

Cara mencapai keseimbangan dalam bekerja adalah bekerja dengan cara yang efektif dan efisien. Karena, banyak orang yang terpaksa harus bekerja lebih lama akibat cara kerja yang tidak efisien.

Bekerja secara efektif juga berarti memiliki metode kerja yang cerdas. Yaitu, dengan secara aktif mencari metode dan cara kerja mana yang lebih efektif dan meningkatkan produktivitas anda. Anda juga bisa mencari tahu cara kerja yang baik dari rekan kerja anda.

3. Tidak Menunda Pekerjaan

Seringkali, permasalahan muncul ketika karyawan menunda pekerjaan. Akibatnya, target tidak terpenuhi yang menyebabkan karyawan tersebut harus bekerja melebihi kapasitas tenaga dan waktunya.

Untuk mencapai keseimbangan kerja yang baik, anda juga harus menjadi produktif dengan tidak menunda pekerjaan. Selain menjaga performa anda, pekerjaan anda juga dapat terselesaikan tepat waktu dan tidak akan menghambat anda di kemudian hari.

Menjadi terlalu perfeksionis juga dapat membuat seseorang cenderung menunda pekerjaannya. Terlebih, jika sifat tersebut masuk kadar yang berlebihan.

4. Meningkatkan Hubungan Sosial

Sebagai pekerja kita tidak terlepas sebagai manusia yang membutuhkan hubungan sosial dengan orang lain. Untuk mencapai keseimbangan kehidupan kerja, anda dapat mencoba mulai meningkatkan relasi dan interaksi anda dengan orang-orang sekitar.

Mulailah dari tempat anda bekerja misal. Dengan meningkatkan interaksi sosial dengan rekan kerja anda, selain dapat meningkatkan hubungan sosial, dapat membuka anda pada peluang menemukan cara kerja yang lebih efisien.

Begitu pula dengan keluarga atau orang-orang terdekat anda. Mulai luangkan waktu bersama mereka. Karena, mereka merupakan orang-orang terdekat dan berharga bagi anda.

Kesimpulan

Nah, berikut tadi merupakan informasi dan tips dalam mencapai work life balance. Sebagai pekerja, mendapat kehidupan yang seimbang antara pekerjaan dan pribadi anda sangatlah penting.

Terlebih, keseimbangan dalam hidup dan pekerjaan bisa memberikan banyak manfaat tidak hanya dalam performa dalam bekerja namun juga kesehatan mental dan tingkat kepuasan hidup anda.

Mohamad Krisna

Share on:

Categories: (1)

Karyawan
To the top