Sistem Presensi Masa Depan Adalah Menggunakan Mobile App + Face Verification

Selamat Tinggal Sistem Presensi Fingerprint

Artikel singkat nan santai kali ini akan membahas sesuatu hal yang mungkin dekat dengan Anda.

sistem presensi

Pernahkah Anda berpikir sistem presensi apa yang efisien dan terpercaya untuk lingkungan sekolah maupun lingkungan kerja?

Cara terbaik untuk melakukan presensi pelajar atau pekerja (clock in dan out) adalah dengan biometric machine yang akan merekam fingerprint mereka saat mereka masuk kerja dan selesai kerja. Untuk pelajar, sebuah biometric machine berbasis fingerprint akan ada di setiap kelas. Jadi setiap pelajar yang mau ikut suatu kelas harus scan sidik jari dulu di ruangan kelas itu dan ketika selesai harus scan lagi.

Semua data fingerprint itu akan masuk ke data center “instansi” setiap harinya. Hmm… terlihat efisien dan terpercaya, dulunya, sebelum pandemi menyerang.

Untuk sekarang, sistem presensi menggunakan fingerprint sudah tidak bisa dilakukan. Mengapa? Karena ada sebagian dari kita yang bekerja dari rumah. Tidak mungkin mereka yang berada di rumah harus ke kantor hanya untuk scan sidik jari.

Mesin fingerprint juga membutuhkan maintenance. Bahkan, dulu di sekolah (redacted) sering sekali mesin scan sidik jarinya error. Setelah diselidiki, ternyata yang membuat error adalah debu, kotoran, dan residu yang menempel di surface scannernya. Setelah dibersihkan apakah masalah selesai? Tentu tidak. Solusi itu hanya bertahan sekitar 2 minggu. Keesokan harinya, mesin scanner tidak bisa lagi dan akhirnya “sistem presensi” normal dengan cara memanggil satu demi satu menjadi solusinya.

Jadi, apa cara terbaik untuk melakukan presensi? Jawabannya adalah sistem presensi menggunakan mobile app. Mobile app saja? Mobile app yang diperkuat dua kemamouan lebih tepatnya.

Sistem Presensi Mobile App dengan Kemampuan Geolocation

Tahukah anda? Menurut riset Intuit Quickbooks, sebelum pandemi, hanya 25% pekerja di Amerika Serikat yang menggunakan Mobile App Time Clock untuk sistem presensi. 

Bagaimana dengan 75% lainnya? Mereka masih menggunakan cara “lama” seperti fingerprint dan punch cards. 

Kemungkinan besar statistik ini akan berubah karena pandemi dan beberapa perusahaan sudah mulai mengadopsi kerja remote dan kerja hybrid. Oke kita kembali ke Mobile App dengan Geolocation Time Clock.

sistem presensi

Sudah mulai banyak mobile app yang memberikan layanan sistem presensi, bahkan bisa juga untuk tracking waktu pekerjanya. Menurut Google, geolocation adalah proses identifikasi lokasi geografis user melalui berbagai devices, termasuk smartphone dan GPS. Hampir semua smartphone mempunyai modul kompas dan gps, dan inilah yang dimanfaatkan oleh mobile app time clock ini.

Geolocation bertujuan untuk memastikan pekerja atau murid Anda tetap berada di lokasi yang aman saat pandemi ketika bekerja maupun saat menerima pelajaran. Anda dapat mengetahui dari mana pekerja ini melakukan clock in nya. Apakah dari rumah? Apakah dari cafe? Dan yang lainnya.

Apakah ini tidak melanggar privacy? Tidak, karena pekerja Anda sudah setuju dengan agreement bahwa lokasi bekerja harus berada di rumah demi keselamatan semua orang.

Jadi, sebuah mobile app time clock harus mempunyai kemampuan Geolocation. Geolocation saja? Anda sudah tahu jawabannya, tentu tidak. 

Geolocation ini hanya mendeteksi lokasi pekerja Anda melalui mobile app, terus bagaimana jika si pekerja minta tolong orang lain untuk login di mobile appnya dan clock in di rumah, padahal si pekerja lagi “liburan”. 

Di sinilah fitur verifikasi wajah harus hadir melengkapi geolocation

Sistem Presensi Mobile App Semakin Robust dengan Face Verification

Jadi, ini maksudnya bagaimana? 

sistem presensi

Simplenya begini, clock in harus dengan foto wajah a.k.a selfie. Nanti akan ada report lokasinya di mana dan apakah benar ini yang clock in orang yang bersangkutan. Untuk melihat benar tidaknya ini, fitur face verification adalah solusinya.

Loh… smartphone saya ini keluaran lama dan nggak ada fitur face verificationnya. Tenang, proses ini tetap bisa dilakukan meski smartphone Anda keluaran lama. Ingat, fitur face verification ini adalah tanggung jawab developer appnya. Biasanya, jika smartphone tidak support dengan fitur face verification, cukup gunakan selfie saja. Proses verifikasi akan dilakukan dengan file fotonya, bukan secara realtime dari kamera. 

Kenapa harus ribet begini?

Sebenarnya ini bukan hal “ribet”. Hal ini untuk memastikan keaslian “pekerja”. Ada kejadian nyata seperti ini.

Ada seorang saudara dekat. Dia ini seorang dokter di salah satu RSUD (redacted) yang sedang menghabiskan masa liburan. Tempat dia bekerja mengharuskan clock in (geolocation saja tanpa face verification) setiap jam 1 siang dan 7 malam. Menurut tempat dia bekerja, hal ini untuk memastikan bahwa setiap dokternya tidak boleh pergi keluar kota, in case, banyak pasien darurat yang datang akibat pandemi. 

Saudara saya ini 2 tahun tidak bisa pulang ke rumah orang tuanya, jadi dia mengakali sistem ini dengan meminta tolong temannya yang sedang bertugas untuk clock in menggunakan akun mobile app time clocknya, padahal dia sudah pulang ke rumah orang tuanya.

Kita tidak akan berbicara masalah moral di sini, poinnya adalah geolocation saja itu tidak efektif. Sebuah fitur face verification tetap diperlukan.

Pada akhirnya….

Memang semua sistem pertahanan pasti ada celah, namun setidaknya Anda sudah berusaha menutup celah ini dengan menggunakan mobile app time clock dengan kemampuan geolocation dan face verification.

Mungkin dalam benak Anda, Anda masih kurang “click” dengan istilah face verification. Anda mungkin takut foto Anda di salah gunakan. Di poin ini, Anda bisa minta provider mobile app time clock terpercaya pilihan Anda untuk menandatangani agreement resmi tentang keamanan data ini. 

Oh dan satu lagi….

Tolong bedakan istilah face verification dan facial recognition. Mungkin secara kasat mata mereka sama. Namun, ada beberapa perbedaan penting di dalamnya. Ingin tahu perbedaan pentingnya? Silakan nantikan artikel berikutnya ya. Spoiler Alert! Face verification lebih “aman” buat Anda. Silakan klik banner di bawah ini untuk mulai berkonsultasi dengan tim kami.

author
Alfan Alif

Share on: